Selamat Datang Di Blog Sederhana Saya

Sunday, 9 June 2013

Beladiri di Berbagai Belahan Dunia (Martial arts in various parts of the world)


Beladiri di Berbagai Belahan Dunia
(Martial arts in various parts of the world)


1 . Karate 

Karate ( ) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.
Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".
Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".
Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:
  1. Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.



2. Kungfu

Pada awal mulanya, istilah Ilmu atau kemampuan Bela Diri dalam masyarakat Tiongkok adalah Ilmu Silat atau Wushu, dan bukan "Kungfu". Istilah Kungfu pada masa lalu tidaklah sepopuler seperti saat ini. Kungfu sendiri lebih menunjuk kepada suatu keahlian dan keuletan yang khusus dan teruji unggul, misalnya keahlian memasak, keahlian bercocok tanam, dan lain-lain. Istilah Kungfu menjadi populer setelah seorang legenda ilmu bela diri, yakni Bruce Lee mempopulerkan istilah Kungfu di belahan dunia Barat. Tersentak dengan kemampuan, kecepatan dan kekuatan Sang Legenda, istilah Kungfu menjadi sangat populer dan identik dengan Ilmu Bela Diri Tiongkok (China) hingga kini.
Ilmu bela diri Kungfu pada mulanya berkembang dari kebutuhan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup, baik untuk membela diri dari berbagai jenis serangan binatang buas, berburu untuk mendapatkan makanan, maupun untuk berperang melawan kelompok manusia lain yang dianggap menjadi ancaman terhadap keamanan hidup mereka. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang obat-obatan dan tubuh manusia di Tiongkok kuno - serta perang saudara yang berkepanjangan, Seni Bela Diri Kungfu pun berkembang pesat dan menyebar luas, sehingga membawa banyak kontribusi dan memengaruhi cikal bakal berbagai jenis ilmu bela diri di Asia, seperti Karate, Jujitsu, Taekwondo, Judo, Hapkido, Pencak Silat dan lain sebagainya.
Kungfu mempunyai sejarah dan merupakan tradisi ilmu bela diri yang sangat panjang, ketat, teruji dan efektif sejak 5.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya aliran kepercayaan Dao (Taoisme) yang kemudian berkembang menjadi agama yang memiliki kekhususan sendiri. Pada tahun 2.500-an mulai bermunculan berbagai aliran Kungfu yang melegenda hingga kini, dimulai dari Kuil atau Vihara Shaolin (Siaw Liem Sie), Wudang (Butong), Omei (Emei-Gobi), Kun Lun, Hua San, Thian San, Khongtong dan lain-lain. Secara umum, terdapat 100 lebih aliran Kungfu dan ribuan jurus serta berbagai jenis ilmu yang unik dan aneh, mulai dari yang paling keras dan ganas (external arts) hingga ilmu yang paling lembut dan ringan seperti kapas (internal arts). Berbagai aliran dan ilmu yang masih eksis hingga kini adalah Hung Gar, Lohan, Ngo Cho, Pek Ho, Eng Jiaw, Qin Na, Wing Chun, Tai Chi Quan, Hsing I, Ba Gua, Yi Quan, Fan Zi Quan, Chang Quan dan lain-lain.

4.    Pencak Silat

Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu Nusantara. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasiAda pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat.Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri.Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional. Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.

Di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa. Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional.Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai yang ada didalamnya.


5.    Jet Kune Doo

Jeet Kune Do (;atau JKD Bahasa mandarin 'Jié quán dào (baca: ciekh jien tao) Indonesia: Berarti Cara menahan serangan) adalah nama yang di berikan oleh artis bela diri Bruce Lee untuk konsep beladirinya dengan langsung, gerakan klasik dan langsung non. Karena cara gaya bekerja mereka percaya pada gerakan minimal dengan efek maksimum dan kecepatan ekstrim. Sistem ini bekerja pada penggunaan yang berbeda 'alat' untuk situasi yang berbeda. Situasi ini dipecah ke dalam rentang (Menendang, Meninju, Menjebak dan Bergulat), dengan teknik lancar mengalir antara mereka. Hal ini disebut sebagai "gaya tanpa gaya".
Tidak seperti seni bela diri yang lebih tradisional, Jeet Kune Do tidak tetap atau bermotif, dan merupakan filsafat dengan pikiran membimbing. Itu bernama untuk konsep intersepsi, atau menyerang lawan saat ia akan menyerang. Namun, nama Jeet Kune Do sering dikatakan oleh Bruce Lee menjadi hanya sebuah nama. Dia sendiri sering disebut sebagai "Seni mengungkapkan tubuh manusia" dalam tulisan-tulisannya dan dalam wawancara. Melalui studinya Bruce mulai percaya bahwa gaya telah menjadi terlalu kaku, dan tidak realistis. Ia menyebut kompetisi seni bela diri dari hari "berenang tanah kering". Dia percaya bahwa pertempuran adalah spontan, dan bahwa seorang seniman bela diri tidak bisa memprediksi itu, hanya bereaksi untuk itu, dan bahwa seorang seniman bela diri yang baik harus "Jadilah seperti air" dan bergerak mulus tanpa ragu.


6.    Wushu

Wushu (武術 atau ; bahasa Tionghoa: wǔshù) secara harafiah berarti "seni bertempur/bela diri". Ini merupakan istilah yang lebih benar dibanding dengan istilah yang lebih terkenal tapi salah penggunaannya kung fu, yang berarti "ahli" dalam bidang tertentu, tidak hanya terbatas dalam bela diri.
Kata Wushu berasal dari dua kata yaitu “Wu” dan “Shu”. Arti dari kata “Wu” adalah ilmu perang, sedangkan arti kata “Shu” adalah seni. Sehingga Wushu bisa juga diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri (Martial Art). Di dalam wushu, kita juga mempelajari seni, olahraga, kesehatan, beladiri dan mental.


7.    Tae kwon do

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade. Taekwondo di Indonesia semakin populer sejak dipromosikan secara besar-besaran oleh Saseong Nim Daxon Joetandi (Dan VII Kukkiwon), seorang bankir profesional yang terkenal sebagai pemegang sabuk hitam termuda di Indonesia sejak berumur 7 tahun.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.


8.    Muay Thai

Muay Thai atau Tinju Thai (bahasa Thai: มวยไทย, IPA: [muɛ̄j tʰɑ̄j]) adalah seni bela diri keras dari Kerajaan Thai. Muay Thai mirip dengan gaya seni bela diri lain dari Indocina, seperti pradal serey dari daerah Kamboja, Tomoi dari daerah Malaysia, lethwei dari daerah Myanmar dan Muay Lao dari daerah Laos. Muay Thai adalah olahraga nasional Kerajaan Thai dan turunan dari bela diri kuna Muay Boran.


9.    Capoeira

Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brasil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé...” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).


10.                     Tinju

Tinju adalah olahraga dan seni bela diri yang menampilkan dua orang partisipan dengan berat yang serupa bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval satu atau tiga menit yang disebut "ronde". Baik dalam Olimpiade ataupun olahraga profesional, kedua petarung (disebut petinju) menghindari pukulan lawan mereka sambil berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya.


11.                     Kick Boxing

Kickboxing tidak dapat langsung dikatakan seni bela diri, meskipun kebanyakan kickboxers berasal dari latar belakang seni bela diri. Aturan sangat bervariasi tetapi pada umumnya jumlah tertentu tendangan harus dilemparkan per putaran atau pesawat tempur akan memiliki poin dikurangi. Banyak petinju melakukan transisi ke kickboxing oleh pelatihan dalam seni bela diri dan belajar bagaimana untuk menendang.

Asal Kickboxing: Amerika dan Eropa
Dipopulerkan oleh: Bill "Superfoot" Wallace, Chuck Norris, Benny Urquidez, Jean Yves Theriault, Joe Lewis dan Mike Stone.


12.                     Wing Chun

Wing Chun (mandarin: 詠春; pinyin: yǒng chūn; secara harfiah berarti "nyanyian musim semi" atau mandarin : 永春; secara harfiah berarti "musim semi abadi"), juga dieja sebagai Ving Tsun atau Wing Tsun adalah seni bela diri Cina dan bentuk bela diri yang mengkombinasikan penyerangan dan pergulatan dan spesialisasi di pertarungan jarak dekat.



Sumber Terkait :

ww.wikipedia.org Eksikopedia Indonesia






Friday, 10 August 2012

Pencak Silat Budaya Bangsa Kita ( Traditional Self Defense Art We are Culture )














Pencak Silat atau Silat adalah olahraga yang menggunakan teknik pertahanan diri .
Pencak Silat adalah seni beladiri Asia yang berakar dari budaya bangsa Melayu.Seni beladiri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negarasesuai dengan penyebaran suku Melayu.Misalnya di Filipina Selatan dan Thailand Selatan.Pencak Silat merupakan seni beladiri asli Indonesia
            Di dalam Pencak Silat terkandung berberapa unsur antara lain seni tari,olahraga,seni beladiri,serta watak berkepribadian yang luhur.Di Indoesia Pencak Silat diatur oleh IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Dan PERSILAT (Persekutuan Silat Antar Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia,Singapura,Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi – federasi Pencak Silat di berbagai negara.
Ø  Teknik Teknik

Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang.Praktisi biasa menggunakan tangan,siku,lengan,kaki,lutut serta telapak kaki dalam
serangan.Teknik umum termasuk
tendangan,pukulan,sandungan,sapuan,mengunci,melempar,menahan,mematahkan tulang sendi dan lain- lain.

Ø  Jurus – Jurus

Pesilat berlatih dengan jurus-jurus.Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas bawah,yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai tehnik-tehnik lanjutan.Saat dilakukan latihan berlatih secara tunggal atau
berpasangan.Penggunaanlangkah,atau gerakan kecil tubuh,mengajarkan penggunaan pengaturan kaki.Saat digabungkan,itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.

Ø  Tingkat Kemahiran

Pesilat dibagi menjadi berberapa tahap atau tingkat kemahiran, antara lain sebagai berikut.
a.       Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik
tendangan,bantingan,olahtubuh,maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI.
b. Menengah,ditahap ini pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar,pemahaman,variasi,dan disini mulai terlihat minat dan bakat pesilat,dan akan disalurkan kepada masing – masing cabang, misalnya seni budaya.
c.   Pelatih,hasil dari kemampuan yang matangberdasarkan pengalaman di tahap pemula,dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka diberikan teknik-teknik beladiri perguruan,dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya,dan mampu secara moral,karena teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan.
d.  Pendekar,merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan,mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.

Teknik Dasar
Ø  Serangan Tungkai

Serangan tungkai dengan kaki dapat digunakan bervariasai diantaranya punggung kaki,tumit kaki,telapak kaki,ujung kaki, dan pisau kaki

1 ) Serangan kaki terdiri atas
a.       Tendangan Depan
b.      Tendangan Samping
c.       Tendangan membusur
d.      Tendangan Belakang. 
 2) Teknik Serangan Lutut
      a. Serangan lutut dari bawah. dan Serangan lutut dari samping






Ø  Serangan Lengan

Serangan lengan dapat dilakukan dengan menggunakan lengan siku.

1)      Serangan lengan dapat dilakukan dari arah seranagn tangan arah depan,serangan tangan arah samping,serangan tangan dari arah atas,dan serangan tangan dari arah bawah.
2)      Serangan siku dapat dilakukan dengan serangan siku arah depan,serangan siku arah samping,serangan siku arah belakang,serangan siku arah atas dan arah bawah.











 Ø  Tangkisan

Tangkisan adalah teknik pembelaan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan lawan.Tangkisan dalam Pencak Silat dapat dilakukan dengan cara sebagi berikut.

1)      Tangkisan Satu Lengan

Tangkisan satu lengan terdiri atas tangkisan luar,tangkisan dalam,tangkisan atas,dan tangkisan bawah.

2)      Tangkisan Dua Lengan

Tangkisan dua lengan terdiri atas, tangkisan sejajar dua tangan dan lengan atas,tangkisan belah tinggi dan rendah,tangkisan silang atas dan bawah,dan tangkisan buang samping luar dalam.

3)      Tangkisan Kaki
Tangkisan Kaki terdiri atastangkisan kaki tutup samping,tangkisan kaki tutup depan,tangkisan kaki tutup buang luar,dan tangkisan kaki busur dari dalam.








Ø  Taktik Bertahan Dan Menyerang

Pesilat yang berdiri pada sikap pasang kuda kuda atau sikap dua belas menunujukkan pesilat adalah siap untuk bertarung.Berpindah ke posisi berdiri sikap empat ,Pesilat mulai bertarung

            Walaupun terlihat seolah – olah pesilat di dalam suatu posisi lemah, namun hal itu merupakan taktik untuk memancing lawan agar menyerang.Dari posisi ini, pesilat di samping bertahan,dapat menggunakan tangan untuk melakukan gerakan mematikan dengan cara menangkap dan mengunci kaki dan tangan lawan.




            Jika lawan tidak terkecoh,dan pasif, pesilat dapat menggunakan tangkisan liuk dan dengan cepat melakukan gerakan berkelit (egos belakang) dengan cepat sambil menyerang dengan tendangan T diikuti oleh serangan tangan bagian atas ( ayun tangan) ,tendangan serong dan tendangan sabit.
  1. PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
  2. IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia
  3. PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
  4. PERSISI - Persekutuan Silat Singapore
  5. EPSF - European Pencak Silat Federation

Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.


Semoga bermanfaat dan Jayalah Selalu DUNIA Pencak Silat Indonesia amien :)


Sumber Terkait  :

Tugimin dan Joko Supriyanto Buku Aktif Berolahraga BSE SMP MTS Kelas IX
sibukforever.blogspot.com
branchoftheworld.wordpress.com
fafaisal.student.umm.ac.id
ferry-penjas.blogspot.com
jm4umannagroup.blogspot.com
martialartstour.blogspot.com
satriasputra.blogspot.com
branchoftheworld.wordpress.com
ppsterataisuci.blogspot.com
mogerzfoo.student.umm.ac.id
sil4t.wordpress.com
www. garutnews.com
 berandakawasan.wordpress.com
mozaicdunia.blogspot.com






Thursday, 25 August 2011

Bentuk Tari Orek - Orek Khas Kabupaten Rembang

Vestifal Tari Tradisional Se- Jawa Tengah ( 6 Juli 1996 )


Kesenian merupakan salah satu bagian kebudayaan. Kesenian sebagai bentuk aktivitas seni budaya yang harus tetap dilestarikan keberadaannya bagi kehidupan, karena merupakan nilai yang sangat tinggi yang harus dilestarikan sebagai budaya bangsa. Kesenian juga tidak lepas dari kehidupan masyarakat,  sebab seni lahir dan berkembang di  dalam masyarakat, disamping itu kesenian juga bisa dikatakan sebagai ungkapan, lambang atau simbul sesuatu  yang dihasilkan oleh pencipta didasari atas pengalamannya, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat yang hidup di lingkungannya  (Bastomi, 1998 : 38).
Diberbagai  lingkungan kehidupan, seni selalu menarik untuk dibicarakan yaitu mulai dari segi keindahannya hingga segi lain yang meliputi fungsi seni, sejarah seni dan upaya pelestariannya. Hal ini dikarenakan seni merupakan hasil buah budi manusia yang bersifat halus dan indah.  Hasil suatu karya seni yang diciptakan memiliki latar belakang dalam proses penciptanya. Sehingga  perlu diupayakan kelestariannya. Upaya kelestarian dimaksudkan untuk menjaga  hasil ciptaan seni, sehingga dimasa mendatang masyarakat diharapkan dapat berprestasi seni karya lain yang telah ada. Kelestarian  hasil cipta seni tersebut dilakukan melalui berbagai upaya pengembangan.
Kehidupan dalam era globalisasi mengalami pengembangan yang sangat pesat didalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi perkembangan teknologi harus diimbangi dengan aktivitas berolah seni. Pentingnya aktivitas seni dalam menjaga keseimbangan tersebut sesuai dengan pendapat Bastoni (1998 : 22) bahwa dewasa ini bahwa satu sisi diperlukan perkembangan teknologi dan ilmu pengentauan sosial untuk menjaga kelangsungan dan perkembangan umat manusia, tetapi pada sisi lain diperlukan pula kesenian dan kreativitas artistik sebagai perimbangan dan kelengkapannya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bahwa pengaruh terhadap kehidupan kesenian , hal ini seperti diungkapkan oleh Nusantara (1997) : 52) bahwa : masyarakat kita sedang berubah, dari budaya agraris tradisional ke masyarakat budaya industri.  Dalam perubahan ini teknologi merupakan acuan utama yang benar-benar menjadi impian “kasat mata” oleh sebab itu tidak salah bila dikatakan teknologi membawa dampak yang sangat besar bagi pola pikir dan perilaku budaya bangsa dan ketika perilaku budaya bagsa berubah secara langsung atau tidak langsung akan  menerpa kesenian yang dimiliki bangsa kita.
Di  propinsi JawaTengah setiap daerah  mempunyai corak dan ragam kesenian nasional yang khas. Oleh karena itu kesenian tradisional yang berada di setiap daerah mencerminkan suatu  ciri khas tertentu sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat setempat. Kesenian tradisional merupakan bagian kebudayaan masyarakat disetiap daerah, sehingga kesenian daerah mempunyai sifat, ciri dan karakter yang khas yang berasal dari masyarakat setempat.
Pengaruh perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan terhadap budaya tradisional akan membawa perubahan. Perubahan antara lain pada pola garapan. Ciri pada tari tradisional adalah gerak, tata rias, pola  lantai yang sederhana. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat seni atau seniman harus mampu menciptakan pola garapan tari tradisional. Seniman dalam membuat pola garapan pada seni tradisional tidak lepas dari permasalahan koriografinya.  Dengan harapan-harapan membawa perubahan pada seni tradisional dan akan diminati serta dilestarikan keberadaannya karena bisa berkembang sesuia perkembangan jaman.
Dari pengetahuan  korigrafi seorang seniman dari daerah Rembang berusaha mengubah pola garapan pada tari orek-orek yang merupakan tari tradisional dari daerah kabupaten Rembang.  Tari orek-orek merupakan kesenian  yang muncul pada jaman dahulu merupakan kesenian sakral, namun dalam perkembangannya berubah fungsinya, walaupun tidak meninggalkan ciri dan corak aslinya.  Tari orek-orek hidup, tumbuh dan berkembang di berbagai daerah Jawa Tengah khususnya di Rembang yang mempunyai corak yang berbeda. Hal ini terjadi karena kesenian yang ada di berbagai daerah mempunyai lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.
Kesenian orek-orek merupakan jenis seni tari dan seni musik yang terpadu. Tari orek-orek ini merupakan jenis tarian pergaulan berpasangan putra dan putri maupun laras pelog, sehingga  merupakan suatu penyajian yang harmonis dan mempunyai ciri khas tertentu.  Kesenian orek-orek di desa Karangasem    kecamatan Bulu Kabupaten Rembang memiliki ciri khas yang berbeda dengan kesenian tradisional  lainnya.  Sehingga merupakan kebanggaan daerah setempat, baik dari kalangan orang tua, remaja, maupun anak-anak.  Kesenian orek-orek yang  ada di desa  Karangasem kecamatan Bulu kabupaten rembang saat ini mengalami perkembangan pesat terutama pada pola garapannya. Hal ini  sesuai dengan tuntunan jaman dan tuntunan masyarakat pendukungnya.  Perkembangan  dan perubahan pola garap antara lain pada tata geraknya yang tidak menoton, tata rias dan busana dulu sangat sederhana, sekarang sudah sesuai dengan kemajuan jaman terutama pada tata busana. Dahulu penari putri memakai kemben, namun sekarang sudah  memakai baju engkap dengan acsecorisnya,  komposisi yang dulu hanya satu pola lantai sekarang sudah bervariasi, sehingga dapat  menambah nilai estetis pada tari tersebut.
Tari orek-orek sering ditampilkan pada acara-acara resmi di kabupaten Rembang dan mengikuti berbagai festifal tari  tradisional se Jawa Tengah. Penghargaan yang pernah di raih antara lain juara II dalam festival  Borobudur tahun 1997, juara harapan II festival tari pergaulan Jawa Tengah di Tegal pada tahun 1999 (Data Departa, 2005). Perubahan dalam kehidupan masyarakat yang terjadi saat ini  dikhawatirkan dapat menimbulkan kurangnya rasa simpati dan perhatian pada seni dan budaya, terutama pada seni tradisional, kurangnya kepedulian dan  simpati ini dialami masyarakat, khususnya pada generasi muda  bahkan diantara mereka ada yang tidak suka mengenal seni budaya Jawa (Sugiarto, 1994 : 24).
Dari uraian tersebut diatas penulis menemkan bentuk kesenian dalam kontek  Fakta Sosial. Hal ini bisa penulis  lihat dari fenomena dibawah ini; masyarakat kita sedang berubah dari budaya agraris tradisional ke masyarakat  berbudaya industri. Dalam perubahan ini teknologi merupakan acuan utama yang benar-benar menjadi impian yang kasat mata.  Oleh  sebab itu tidak salah bila dikatakan teknologi membawa dampak yang sangat besar bagi pola pikir dan perilaku budaya bangsa.  Dan ketika perilaku budaya bangsa berubah secara langsung atau tidak langsung menerpa bangsa kita.  Hal  tersebut didukung dengan adanya teori yang memandang bahwa masyarakat sebagai suatu sistem sosial  yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan,  perubahan yang terjadi dalam satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain (Robert K. Merton).
Selain yang disebutkan diatas penulis juga menemukan fenomena dalam kontek Definisi Sosial   yaitu “dari pengetahuan koregrafi seseorang  seniman  dari daerah Rembang berusaha mengubah pola garapan pada tari orek-orek yang merupakan tari tradisional dari daerah kabupaten Rembang.  Tari orek-orek merupakan kesenian pada jaman dahulu merupakan kesenian yang sakral, namun dalam perkembangannya fungsi ini semakin berubah, meskipun tidak meninggalkan ciri  dan corak keasliannya. Tari orek-orek tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah khususnya Rembang, yang mempunyai corak yang berbeda.  Hal ini trejadi karena kesenian yang ada di berbagai daerah mempunyai lingkungan sosial dan budaya yang berbeda dari uraian  uraian tersebut bisa didukung teori yang bertolak dari pandangan weber pula  berpandangan bahwa tidakan manusia menjadi suatu hubungan sosial bila manusia saling memberikan arti atau makna tertentu terhadap tindakannya ( Alfred SchutZ).
Selain uraian tersebut diatas penulis juga menemukan fenomena dalam kontek perilaku sosial   yang menerangkan bahwa kesenian orek-orek yang berasal dari desa Karangasem kecamatan Bulu  kabupaten Rembang pada jaman dahulu disajikan sangat sederhana baik dari segi pola garapnya, tata rias, dan busananya yang dahulu penari putri memakai kemben sekarang sudah memakai baju lengkap dengan aesecorisnya, komposisi yang dahulu hanya  satu pola lantai sekarang sudah bervariasi, sehingga bisa  menambah nilai estetes  pada tarian tersebut. Uraian tersebut didukung dengan teori yang  memusatkan perhatiannya kepada hubungan historis antara akibat dan tingkah laku yang terjadi  di lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor yang  terjadi sekarang, dengan  mengetahui apa yang diperoleh dari suatu tingkah laku nyata dimasa lalu akan dapat diramalkan apakah seseorang aktor akan bertingkah laku yang sama dalam situasi sekarang  (Behavioral Sociologi).
Selain  perilaku sosial kontek tersebut juga merupakan perubahan sosial,   terbukti bahwa pada jaman dahulu penyajian tari orek-orek sangat sederhana sekali,  sekarang sudah mengalami perubahan baik dari penyajiannya, dengan teori yang berpandangan bahwa masyarakat yang belum berkembang perlu mengatasi berbagai kekurangan dan masalahnya sehingga dapat mencapai tahap tinggal landas. Kearah perkembangan ekonomi   (Teori Modernisasi).


Tari Orek Orek Khas Kab.Rembang


Peserta Tari Orek Orek Bersama Turis Mancanrgara

Peserta Tari Orek Orek Vestifal Tari Tradisional Jawa Tengah
Demikianlah diskripsi singkat yang mengenali fenomena bentuk tari orek-orek khas kabupaten Rembang dari fakta sosial,  definisi sosial, perilaku sosial dan perubahan sosial, yang penulis paparkan, saran  dan kritik penulis harapkan
Penulis : Indun Mutamimah dan Satria Avianda Nurcahyo.